Visi dan Misi
VISI, MISI, DAN TUJUAN SMAS MUTIARA
Sebagai satuan pendidikan yang berkomitmen untuk terus berkembang, SMAS Mutiara menyadari pentingnya menyusun visi, misi, dan tujuan yang kontekstual, berbasis data, dan selaras dengan delapan dimensi profil lulusan. Proses penyusunan ini dilakukan melalui refleksi terhadap Rapor Pendidikan Tahun 2025, analisis karakteristik peserta didik, serta aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah. SMAS Mutiara saat ini berada pada tahap berkembang dalam pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan, yaitu tahap di mana visi, misi, dan tujuan ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kondisi riil sekolah dan kebutuhan peserta didik.
A. VISI SMAS MUTIARA
Visi SMAS Mutiara Terpadu adalah:
“Menjadi satuan pendidikan unggulan yang menghasilkan lulusan beriman, berpikir kritis, kreatif, dan berwawasan kebangsaan, siap menghadapi tantangan global berlandaskan nilai-nilai Pancasila”
Indikator Visi SMAS Mutiara Terpadu adalah:
- Lulusan memiliki prestasi akademik dan non-akademik yang tinggi, terutama dalam literasi, numerasi, dan pemecahan masalah.
- Lulusan menunjukkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
- Lulusan mampu menganalisis informasi, menghasilkan ide inovatif, dan menyelesaikan masalah secara mandiri dan kolaboratif.
- Lulusan menghargai kebhinekaan, aktif dalam kehidupan bermasyarakat, dan memiliki komitmen terhadap kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.
- Lulusan memiliki kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan abad ke-21 untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.
B. Misi SMAS Mutiara
Untuk mencapai visi dan membentuk Dimensi Profil Lulusan, maka SMAS Mutiara menetapkan misi sebagai berikut.
- Mengembangkan prestasi akademik melalui pembelajaran berbasis literasi, numerasi, dan pemecahan masalah, dengan pendampingan guru dan dukungan orang tua.
- Meningkatkan prestasi non-akademik melalui kegiatan ekstrakurikuler, lomba, dan pengembangan minat bakat yang terarah.
- Membina keimanan dan ketakwaan melalui program keagamaan harian, pembiasaan ibadah, dan kegiatan keislaman terintegrasi.
- Menanamkan akhlak mulia dan karakter positif melalui pendidikan karakter, keteladanan guru, dan pembiasaan perilaku beradab di sekolah maupun di rumah.
- Mengembangkan penalaran kritis, kreativitas, dan inovasi melalui pembelajaran berbasis proyek, penelitian sederhana, dan lomba inovasi siswa.
- Menumbuhkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi melalui diskusi reflektif, kerja kelompok, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
- Menanamkan rasa kebhinekaan, nasionalisme, dan gotong royong melalui kegiatan lintas budaya, dialog antar umat, peringatan hari besar nasional, dan bakti sosial.
- Menanamkan nilai-nilai luhur budaya Jawa Barat melalui program Pancawaluya untuk membentuk pribadi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer sebagai perwujudan Pelajar Pancasila.
- Mempersiapkan peserta didik yang mandiri, adaptif, dan kompeten menghadapi masa depan melalui penguatan literasi digital, keterampilan abad ke-21, bimbingan karir, dan kemitraan dengan dunia kerja serta perguruan tinggi.
C. Tujuan SMAS Mutiara Terpadu
Tujuan SMAS Mutiara dirumuskan dalam tiga cakupan waktu: jangka pendek (1–2 tahun), jangka menengah (3–4 tahun), dan jangka panjang (5 tahun ke atas). Tujuan-tujuan ini merupakan komitmen sekolah untuk memastikan seluruh peserta didik berkembang secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
- Tujuan Jangka Pendek (1–2 Tahun)
(Fokus: Perbaikan berbasis data Rapor Pendidikan & penguatan dasar)
|
Tujuan |
Target |
Program Pendukung |
Keterlibatan |
|
Meningkatkan kompetensi akademik peserta didik dalam literasi dan numerasi. |
● Skor rata-rata literasi ≥ 85 ● Skor rata-rata numerasi ≥ 70 ● 95% siswa capai kompetensi minimum literasi ● 90% siswa capai kompetensi minimum numerasi |
● Gerakan Literasi Mingguan (GLM): 30 menit membaca sebelum pembelajaran. ● Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) Numerasi: 1 proyek per semester terkait konteks lokal. (kokurikuler) ● Remedial Berdiferensiasi berbasis asesmen formatif. |
Guru: fasilitator PBL, penyusun modul remedial. Orang tua: dukung kebiasaan membaca & latihan soal di rumah. |
|
Memperkuat karakter keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia serta menumbuhkan pola hidup sehat dan disiplin. |
● Skor Rapor Pendidikan "keimanan & ketakwaan" ≥ 72 ● 100% siswa ikut kegiatan keagamaan bulanan ● Terlaksananya program pembiasaan harian yang terukur. |
● Pesantren Kilat Semesteran ● Tausiyah Rutin (Jumat pagi) ● Integrasi Nilai Agama dalam semua mata pelajaran ● Implementasi "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" melalui: Gerakan Bangun Pagi dan Beribadah, Program Sarapan Sehat Bersama, dan Jumat Sehat (Senam/Olahraga bersama). |
Guru: integrasi nilai dan menjadi teladan pembiasaan., Orang tua: mendukung pembiasaan di rumah (bangun pagi, sarapan sehat, tidur cepat). |
|
Meningkatkan toleransi, gotong royong, dan wawasan kebangsaan. |
● Skor "toleransi antar siswa" ≥ 75 ● 100% kelas laksanakan 1 kegiatan lintas budaya per semester |
● Festival Kebhinekaan (perayaan budaya daerah) ● Bakti Sosial Sekolah (gotong royong bersama masyarakat) ● Dialog Antarumat (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha) |
Guru: koordinator kegiatan. Orang tua: narasumber/narasumber budaya, pendamping. |
|
Mendorong kreativitas dan inovasi peserta didik. |
● 2 program kreatif berjalan (e.g., podcast, inovasi sosial) ● 70% siswa terlibat dalam proyek kreatif |
● Inovasi Siswa (Inovasiku): lomba ide solusi masalah sekolah - Reduksi Sampah ● Podcast SMAS Mutiara: siswa produksi konten edukatif ● Ekstrakurikuler Kreatif: teater, jurnalistik, desain grafis |
Guru: pendamping proyek. Orang tua: dukung logistik, promosi karya anak. |
|
Meningkatkan partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah. |
● Partisipasi orang tua ≥ 85% ● 80% hadir dalam pertemuan hybrid semesteran |
● Forum Wali Kelas Hybrid ● Program Orang Tua Mengajar (sharing karier/pengalaman) ● Grup Komunikasi Aktif (WhatsApp/Telegram tiap kelas) |
Guru: undangan aktif, moderator forum. Orang tua: peserta aktif, narasumber, pendukung program. |
|
Menginternalisasikan nilai-nilai Pancawaluya dalam budaya sekolah. |
90% siswa memahami dan dapat menjelaskan lima nilai Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer). |
● Sosialisasi Nilai-nilai Pancawaluya melalui kegiatan MPLS, upacara bendera, dan poster di lingkungan sekolah. ● Integrasi dalam kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang mendorong inisiatif dan kreativitas siswa (Singer). |
Guru: menjadi role model dan mengintegrasikan nilai Pancawaluya dalam interaksi belajar-mengajar., Orang tua: mendukung penerapan nilai-nilai (misalnya kejujuran/Bener) di rumah. |
- Tujuan Jangka Menengah (3–4 Tahun)
(Fokus: Penguatan profil lulusan & konsolidasi program)
|
Tujuan |
Target |
Program Pendukung |
Keterlibatan |
|
Meningkatkan penalaran kritis dan keterampilan pemecahan masalah. |
● Skor Rapor Pendidikan "nalar kritis" ≥ 70 ● 100% rombel laksanakan Kokurikuler berbasis masalah lokal |
● Kokurikuler Tematik:"Sampah Plastik di Lingkungan Sekolah" ● Debat Ilmiah Antar Kelas ● Speech Bahasa Inggris ● Proyek Penelitian Mini (kelas XI) |
Guru: fasilitator Kokurikuler dan penelitian. Orang tua: mitra konteks (e.g., UMKM, lingkungan). |
|
Meningkatkan kemandirian belajar dan penggunaan teknologi. |
● 90% siswa mampu merencanakan belajar mandiri, 100% guru gunakan LMS untuk tugas & asesmen |
● Program Belajar Mandiri (PBM): jurnal refleksi harian, Pelatihan Digital Literacy (guru & siswa), Kelas Flipped Learning (modul digital + diskusi kelas), ● Penguatan kebiasaan "Gemar Belajar" melalui tantangan membaca bulanan dan kompetisi karya tulis siswa. |
Guru: pelatih, pendamping, kurator konten bacaan., Orang tua: pantau progres belajar anak via LMS dan menyediakan waktu khusus belajar di rumah. |
|
Meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik di tingkat kompetisi. |
● 1 Prestasi tingkat international ● 2 prestasi tingkat nasional (akademik/seni/teknologi) ● 10 prestasi tingkat provinsi |
● Pembinaan OSN/O2SN/FLS3N/Galaksi (rutin 3x/minggu) ● Klub Inovasi & Riset (KIR) ● Latihan Debat Bahasa Indonesia & Inggris |
Guru: pelatih ekstrakurikuler. Orang tua: dukung transportasi, nutrisi, motivasi. |
|
Membangun kemitraan strategis dengan dunia kerja dan perguruan tinggi. |
● 3 kemitraan aktif (PT/DU/DI) ● 1 studi tiru/proyek bersama/tahun |
● Kunjungan Industri (kelas XII) ● Kuliah Umum dari Dosen PT ● Magang Mini-PKM (kelas XII, 1 bulan) |
Guru: koordinator kemitraan. Orang tua: jaringan kerja, dukung logistik. |
|
Mengembangkan kewirausahaan dan kesiapan kerja lulusan. |
● 5 portofolio karya kewirausahaan siswa ● 80% lulusan ikut bimbingan karier |
● Program Kewirausahaan Siswa (PKS): membuat produk & berwirausaha ● Bimbingan Karier & Tryout SNBT Doa Bersama & Simulasi Wawancara |
Guru: pembimbing karya. Orang tua: konsumen produk, pendukung mental. |
- Tujuan Jangka Panjang (5 Tahun ke Atas)
(Fokus: Pencapaian visi secara utuh & keberlanjutan)
|
Tujuan |
Target |
Program Pendukung |
Keterlibatan |
|
Menghasilkan lulusan yang mencerminkan delapan dimensi profil lulusan secara utuh. |
● 90% lulusan diterima di PT/kerja ● 100% lulusan menyelesaikan Kokurikuler ● 80% alumni puas terhadap kesiapan lulusan |
● Portofolio Lulusan (rekam jejak profil lulusan) ● Evaluasi Diri Lulusan (1 tahun setelah lulus) |
Guru: pembimbing portofolio. Orang tua: peserta evaluasi alumni. |
|
Menjadikan SMAS Mutiara sebagai satuan pendidikan mandiri dalam pengembangan kurikulum. |
● 80% guru mampu susun ATP mandiri ● 100% guru ikut pelatihan profesional tiap tahun ● 1 dokumen KSP menjadi rujukan sekolah lain |
● Komunitas Belajar (KKG) ● Workshop Penyusunan Perangkat Ajar ● Sistem Pendampingan Guru Muda |
Guru: peserta aktif KKG. Orang tua: memberi masukan pada program guru. |
|
Menjadi sekolah rujukan dalam pengembangan kebinekaan dan kewargaan. |
● 1 penghargaan kebinekaan tingkat provinsi ● 1 kunjungan studi tiru/tukar pelajar/tahun |
● Program Sahabat Sekolah (saling kunjung dengan sekolah berbeda latar belakang) ● Forum Komunikasi Pelajar (lintas sekolah) |
Guru & orang tua: duta sekolah dalam forum. |
|
Membangun ekosistem pendidikan inklusif dan berkelanjutan. |
● 100% peserta didik CIBI & berkebutuhan khusus mendapat layanan pendidikan sesuai kebutuhan ● 3 kemitraan inklusi (NGO, ahli, komunitas) |
● Program Inklusi Terpadu (mentoring, peer support, pelatihan kesadaran inklusi) ● Ruang Belajar Inklusif (dilengkapi alat bantu) |
Guru: pendidik inklusif. |
-
Tujuan SMAS Mutiara dalam menerapkan program Inklusif
Program Inklusif untuk Peserta Didik Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) serta Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekolah yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara holistik dan berkesinambungan, program inklusif ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi peserta didik dengan kemampuan cerdas istimewa dan bakat istimewa (CIBI), serta peserta didik berkebutuhan khusus. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akademik, sosial, emosional, dan pengembangan bakat peserta didik melalui pendekatan yang terintegrasi dan berbasis pada keadilan pendidikan.
a. Program Pendampingan Akademik
Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan akademik yang tepat guna, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan individu peserta didik, baik CIBI maupun peserta didik berkebutuhan khusus. Tujuan: Meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran bagi peserta didik CIBI serta peserta didik berkebutuhan khusus melalui penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran.
Strategi Implementasi:
-
Mentoring Individual: Setiap peserta didik diberikan mentor yang berfungsi sebagai pendamping belajar untuk memfasilitasi pemahaman materi dan memberikan dukungan akademik serta emosional.
-
Diferensiasi Pengajaran: Bagi peserta didik CIBI, kurikulum diperkaya dengan materi yang menantang, berbasis proyek, dan eksploratif, guna menstimulasi kemampuan kognitif tingkat tinggi. Sementara bagi peserta didik berkebutuhan khusus, pengajaran dilaksanakan dengan metode pembelajaran yang diadaptasi sesuai kebutuhan spesifik, didampingi oleh guru pendamping khusus (GPK).
-
Penggunaan Media Belajar Inklusif: Media dan alat bantu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik disediakan, termasuk alat bantu visual, audio, dan teknologi adaptif lainnya.
b. Program Pengembangan Bakat
Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bakat peserta didik CIBI dan peserta didik berkebutuhan khusus melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi yang dirancang inklusif. Tujuan: Memfasilitasi pengembangan bakat dan minat peserta didik CIBI serta peserta didik berkebutuhan khusus melalui kegiatan kreatif dan inovatif.
Strategi Implementasi:
-
Ekstrakurikuler Bakat dan Minat: Sekolah menyediakan berbagai klub ekstrakurikuler, seperti seni, musik, sains, dan teknologi, yang dirancang inklusif dan terbuka bagi semua peserta didik. Setiap klub memiliki pendamping yang peka terhadap kebutuhan khusus, sehingga kegiatan dapat diikuti oleh peserta didik dengan berbagai kemampuan.
-
Kompetisi Kreativitas dan Inovasi: Mengadakan kompetisi internal dan eksternal yang memungkinkan peserta didik CIBI dan peserta didik berkebutuhan khusus berpartisipasi aktif dalam menunjukkan kemampuan di bidang seni, sains, dan teknologi.
-
Pelatihan dan Workshop Pengembangan Bakat: Mengadakan pelatihan intensif dan workshop kolaboratif dengan ahli di berbagai bidang, guna memberikan stimulus tambahan dalam pengembangan potensi kreatif peserta didik.
c. Program Pengembangan Sosial dan Emosional
Program ini dirancang untuk membangun lingkungan sosial yang inklusif, di mana peserta didik CIBI dan peserta didik berkebutuhan khusus dapat berkembang secara sosial dan emosional melalui interaksi yang sehat dan suportif dengan teman sebaya. Tujuan: Menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung perkembangan sosial-emosional peserta didik dengan memfasilitasi interaksi sosial yang positif.
Strategi Implementasi:
-
Program Peer Support: Melibatkan peserta didik umum dalam mendukung interaksi dan kolaborasi dengan peserta didik CIBI dan berkebutuhan khusus melalui program pendamping sebaya, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan inklusi dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.
-
Pelatihan Kesadaran Inklusi: Sekolah memberikan pelatihan bagi seluruh civitas akademika, termasuk guru, peserta didik, dan staf, mengenai kesadaran akan kebutuhan khusus, toleransi, dan cara berinteraksi yang sesuai dengan peserta didik CIBI dan berkebutuhan khusus.
d. Program Pemanfaatan Teknologi untuk Inklusi
Teknologi menjadi bagian integral dalam mendukung pembelajaran yang inklusif. Program ini dirancang untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan akses pendidikan bagi peserta didik CIBI dan peserta didik berkebutuhan khusus. Tujuan: Mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran inklusif guna meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran.
Strategi Implementasi:
-
Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Adaptif: Sekolah menyediakan aplikasi pembelajaran yang dirancang khusus untuk mendukung peserta didik dengan kebutuhan khusus, seperti aplikasi teks-ke-suara, alat bantu visual, dan aplikasi pembelajaran mandiri yang adaptif.
-
Laboratorium Digital: Pengembangan laboratorium digital yang dilengkapi dengan teknologi terkini untuk memungkinkan peserta didik CIBI mengakses kegiatan pembelajaran berbasis STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) melalui eksperimen digital dan simulasi yang interaktif.
e. Program Kolaborasi dengan Orang Tua dan Ahli Pendidikan
Program ini menekankan pentingnya kolaborasi dengan orang tua dan ahli pendidikan dalam memberikan dukungan yang tepat bagi perkembangan peserta didik CIBI dan berkebutuhan khusus.
Tujuan: Mengintegrasikan peran orang tua dan ahli pendidikan dalam pengembangan program inklusif yang berkelanjutan.
Strategi Implementasi:
-
Konseling Orang Tua: Sekolah mengadakan sesi konseling berkala bagi orang tua peserta didik CIBI dan berkebutuhan khusus untuk memberikan pemahaman terkait perkembangan akademik dan emosional anak mereka.
-
Konsultasi Ahli: Sekolah bekerja sama dengan psikolog, ahli pendidikan khusus, dan konsultan pendidikan inklusif untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik CIBI dan berkebutuhan khusus.
Program inklusif ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta didik, tanpa memandang perbedaan kemampuan, mendapatkan kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi mereka. Dengan dukungan akademik yang tepat, pengembangan bakat yang terarah, lingkungan sosial yang inklusif, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan orang tua dan ahli, diharapkan peserta didik CIBI dan berkebutuhan khusus dapat mencapai perkembangan optimal baik di bidang akademik, sosial, maupun emosional.
Halaman Lainnya
Profil
Berdiri sejak tahun 2004, SMAS Mutiara hadir sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global. Di bawah naunga
